caseforest
ORDER NEW SOLUTIONS
 
Loading
     
Coca Cola Swot Analysis 
 
Category: Case Study Analysis | Word(s): 3964 | Page(s): 16 | View(s): 1005 | Rank: 0
 
BAB 1
PROFIL PERUSAHAAN

1.1. Visi dan Misi

Visi, misi maupun nilai-nilai yang ada merupakan cerminan dari apa yang dicari oleh perusahaan untuk dicapai serta bagaimana mencapai hal tersebut. Semuanya memberikan arahan atau petunjuk yang jelas pada perusahaan dan membantu perusahaan untuk memastikan bahwa mereka yang ada di dalam perusahaan itu bekerja untuk tujuan yang sama.
Berikut adalah penjabarannya secara jelas.
1 Vision:
• People: Being a great place to work where people are inspired to be the best they can be.
• Planet: Being a responsible global citizen that makes a difference.
• Portfolio: Bringing to the world a portfolio of beverage brands that anticipate and satisfy peoples' desires and needs.
• Partners: Nurturing a winning network of partners and building mutual loyalty.
• Profit: Maximizing return to shareowners while being mindful of our overall responsibilities.
2. Mission:
We will reinvigorate growth for our Company, and we will inspire our people. Likewise, our strategy is simple: We will accomplish our goals by building a portfolio of branded beverages, anchored in our icon, Coca-Cola®, and by enabling superior market execution globally and locally -- aligning and leveraging the power of our global network. We are guided by shared Values that we will live by as a company and as individuals:
• Leadership: “The courage to shape a better future”
• Passion: “Committed in heart and mind”
• Integrity: “Be real”
• Accountability: “If it is to be, it's up to me”
• Collaboration: “Leverage collective genius”
• Innovation: “Seek, imagine, create, delight”
• Quality: “What we do, we do well”

Adapun unsur-unsur yang terdapat pada misi Coca-cola adalah sebagai berikut :
1 Markets: Enabling superior market execution globally and locally
2 Concern for Survival, Growth, Profitability: We will reinvigorate growth for our company
3 Philosophy: Leadership, Passion, Integrity, Accountability, Collaboration, Innovation, Quality
4 Concern for Employee: We will inspire our people

1.2. Sejarah Perusahaan

Coca-cola pertama kali ditemukan pada tanggal 8 may 1886 oleh Dr John Styth Pemberton di Farmasi seseorang bernama Jacob di Negara Atlanta, Georgia. Nama coca-cola diberikan oleh penjaga buku di Pemberton, yaitu Frank Robinson. Dia inilah yang memberi nama coca-cola.
Coca-cola pertama kali dijual di Soda Fountain di Farmasi Jacob di Atlanta. Pada waktu tahun pertama, penjualannya mencapai 9 minuman per hari dengan total sebesar $50 per tahun. Sekarang product coca-cola dikonsumsi lebih dari 1 milyar minuman satu harinya dalam 200 negara lebih.
Coca-cola pertama kali datang di Great Britain pada tahun 1990 dimana Charles Candler, yaitu anak dari Asa Candler (pemilik perusahaan coca-cola) membeli sebotol syrup saat dia ke London. Itu pertama kalinya coca-cola dijual di Great Britain pada tanggal 31 Agustus 1990 dan termasuk juga regular outlet soda di London Coliseum.
Pada tanggal 31 tahun 2000, coca-cola merayakan anniversary yang ke 100 tahun di Great Britain dan untuk merayakannya, coca-cola menggundang Olympic atlit bernama Audley Harrison. Coca-cola disupport oleh Olympic semenjak tahun 1982 sampai 1968. Perayaan waktu itu di lokasikan di 76 sampai 79, lapangan gereja St Paul di London.
Pada tahun 1999, perusahaan coca-cola membeli sebuah minuman ringan dari Cadbury Schweppes di berbagai Negara seperti Great Britain dan hasilnya adalah pembesaran dari produk coca-cola itu sendiri dan menghasilkan minuman ringan lainnya seperti coca-cola itu sendiri, diet Coke, Coca-Cola Cherry, Fanta, Sprite, Lilt and Five Alive to include the Schweppes' range, Dr Pepper, Oasis, Kia-Ora dan Malvern water.
Merek coca-cola ini akan selalu menjadi focus nomor satu dari CCGB, akan tetapi innovasi dari produk ini pun juga memainkan peranan penting dalam perusahaan ini. Pada bulan Oktober tahun 2001, diluncurkan sebuah minuman isotonic diikuti dengan perkenalan produk diet coke dengan lemon, kemudian Coca-Cola Vanilla dan diet Coke Vanilla. Kemudia tahun 2004, Fanta Apple Splash juga diluncurkan ke masyarakat luas.
Pada tahun 2004, market share perusahaan coca-cola untuk minuman non alcohol adalah sebesar 9.9% sedangkan untuk minuman ringannnya di Negara Great Britain mencapai 45.3%.
Pada tahun 2005, perusahaan meluncurkan produk kelima untuk variasi coca-cola diet dan coca-cola dengan lime dan relaunched untuk fruit carbonates (Fanta, Sprite, Lilt and Dr Pepper) sebagai 'Z', yang artinya adalah zero sugar. Perusahaan ini juga meluncurkan minuman olahraga bernama Powerade Agua+ yang mengandung buah natural dan bebas dari pemanis buatan.
Pada tahun yang sama, perusahaan juga meluncurkan beberapa produk baru dari Nestea, yaitu minuman teh manis dan juga juice buah segar lainnya.
Pada tanggal 8 May 2006, perusahaan merayakan 120 tahun berdirinya coca-cola dan saat itu perusahaan ini sudah mempunyai lebih dari 400 brands. Di tahun yang sama bulan July, coca-cola kembali meluncurkan coca-cola zero dimana ini merupakan brand terbesar hampir di dua dekade besar. Coca-cola zero ini rasanya sama seperti coca-cola tetapi tidak menggunakan pemanis.

BAB 2
ANALISIS SWOT

2.1. Analisis Faktor Internal Perusahaan

Berikut kami sajikan analisis kemampuan internal dari Coca-cola.
Key Internal Factors Weight Rating Weighted Score
Strengths
1. Coca-cola sudah lama menjadi bagian yang kompleks dari budaya dunia 0.17 4 0.68
2. adanya produk-produk seperti topi, T-shirt dan barang-barang koleksi lainnya membuat Coca-cola menjadi lebih diingat 0.11 3 0.33
3. Coca-cola hanya focus kepada concentrate Coca-cola-nya, sedangkan untuk system pembotolan Coca-cola menyerahkan kepada perusahaan yang diberi hak untuk menjual produk Coca-cola tersebut 0.16 4 0.64
4. memasuki bisnis global namun tetap mempertahankan pendekatan local melalui system pembotolan produk Coca-colanya 0.15 4 0.60
5. terkenal di 94% daerah dunia 0.17 4 0.68
Weaknesses
1. kurang efektifnya cara pencapaian produktivitas serta ketidakefisienan di dalam kegiatan bisnis 0.12 2 0.24
2. Coca-cola merusak kesehatan seperti berefek buruk pada gigi dan bila dikonsumsi secara terus-menerus, kandungan gula yang terkandung di dalamnya bisa menimbulkan masalah kesehatan juga serta apabila teradiktif bisa memberikan efek buruk pada badan setelah beberapa tahun dikonsumsi 0.12 1 0.12
Total 1 3.29

Keterangan :
Nilai Weight kami peroleh dari rata-rata komentar masing-masing anggota kelompok dengan penjabaran sebagai berikut :
IFE Jason Cornelia Junita Claudia Rata-Rata Weight IFE
Coca-cola sudah lama menjadi bagian yang kompleks dari budaya dunia 5 5 5 5 5 0.17
adanya produk-produk seperti topi, T-shirt dan barang-barang koleksi lainnya membuat Coca-cola menjadi lebih diingat 3 4 3 3 3.25 0.11
Coca-cola hanya focus kepada concentrate Coca-cola-nya, sedangkan untuk system pembotolan Coca-cola menyerahkan kepada perusahaan yang diberi hak untuk menjual produk Coca-cola tersebut 5 4 5 5 4.75 0.16
memasuki bisnis global namun tetap mempertahankan pendekatan local melalui system pembotolan produk Coca-colanya 5 5 4 4 4.5 0.15
terkenal di 94% daerah dunia 5 5 5 5 5 0.17
kurang efektifnya cara pencapaian produktivitas serta ketidakefisienan di dalam kegiatan bisnis 4 3 4 3 3.5 0.12
Coca-cola merusak kesehatan seperti berefek buruk pada gigi dan bila dikonsumsi secara terus-menerus, kandungan gula yang terkandung di dalamnya bisa menimbulkan masalah kesehatan juga serta apabila teradiktif bisa memberikan efek buruk pada badan setelah beberapa tahun dikonsumsi 4 3 4 3 3.5 0.12
Total 29.5 1
dengan nilai :
1 : tidak penting
2 : cukup penting
3 : biasa saja
4 : penting
5 : sangat penting
Sedangkan untuk rating pada tabel IFE maka nilai :
1 : tidak penting
2 : cukup penting
3 : penting
4 : sangat penting

Dari tabel IFE maka diperoleh kemampuan internal perusahaan Coca-cola adalah sebesar 3.29 yang artinya Coca-cola kekuatan internalnya cukup besar atau di atas rata-rata.

2.2. Analisis Faktor Eksternal Perusahaan

Berikut analisis gaktor ekstenal yang dihadapi oleh Coca-cola saat ini.
Key External Factors Weight Rating Weighted Score
Opportunities
1. Reputasi yang terkenal mempengaruhi posisinya dalam persaingan dengan produk lain 0.17 4 0.68
2. sistem pembotolan Coca-cola memberi peluang perkembangan geografis ke daerah yang lebih berbeda dari sebelumnya 0.14 3 0.42
3. perkembangan industri soft drink 0.17 4 0.68
Threats
1. menurunnya daya beli konsumen seperti di Amerika Latin, Asia Tenggara dan Jepang yang keseluruhannya berdaya beli sebesar 35% dari penjualan total Coca-cola 0.17 4 0.68
2. adanya produk pengganti seperti teh, kopi, jus, susu dan coklat panas, dll 0.11 2 0.22
3. adanya kesadaran masyarakat akan hidup sehat 0.12 3 0.36
4. switch cost yang kecil saat akan berpindah ke produk yang lain 0.14 4 0.56
Total 1 3.60

Keterangan :
Nilai Weight kami peroleh dari rata-rata komentar masing-masing anggota kelompok dengan penjabaran sebagai berikut :
EFE Jason Cornelia Junita Claudia Rata-Rata Weight IFE
reputasi yang terkenal mempengaruhi posisinya dalam persaingan dengan produk lain 5 5 5 5 5 0.17
sistem pembotolan Coca-cola memberi peluang perkembangan geografis ke daerah yang lebih berbeda dari sebelumnya 5 4 4 4 4.25 0.14
perkembangan industri soft drink 5 5 5 5 5 0.17
menurunnya daya beli konsumen seperti di Amerika Latin, Asia Tenggara dan Jepang yang keseluruhannya berdaya beli sebesar 35% dari penjualan total Coca-cola 5 5 5 5 5 0.17
adanya produk pengganti seperti teh, kopi, jus, susu dan coklat panas, dll 3 4 3 3 3.25 0.11
adanya kesadaran masyarakat akan hidup sehat 4 3 4 3 3.5 0.12
switch cost yang kecil saat akan berpindah ke produk yang lain 4 4 5 4 4.25 0.14
Total 30.25 1
dengan nilai :
1 : tidak penting
2 : cukup penting
3 : biasa saja
4 : penting
5 : sangat penting
Sedangkan untuk rating pada tabel EFE maka nilai :
1 : untuk weakness utama
2 : untukweakness minor
3 : untuk opportunities minor
4 : untuk opportunities utama

Dari tabel EFE maka diperoleh kemampuan eksternal perusahaan Coca-cola adalah sebesar 3.6 yang artinya Coca-cola bisa memanfaatkan peluang dan mampu mengatasi atau menghindari ancaman di atas rata-rata.

2.3. Perbandingan dengan Kompetitor

Karena semakin berkembangnya industri soft drink saat ini, maka Coca-cola pun mulai harus menghadapi kompetitor-kompetitornya yang cukup tinggi. Salah satu kompetitor Coca-cola adalah Pepsi. Adapun perbandingan antara kedua perusahaan soft drink ini disajikan berupa tabel CPM di bawah ini.
Critical Success Factors Coca Cola Pepsi
Weight Rating Score Rating Score
Strong Brand Recognition 0.14 4 0.56 3 0.42
Talented Employee Base 0.11 3 0.33 3 0.33
Culture of Innovation/ Accountability 0.1 3 0.3 2 0.2
Advertising 0.14 4 0.56 4 0.56
International Markets 0.13 4 0.52 3 0.39
Powerful Business Relationship 0.12 4 0.48 3 0.36
Customer Loyalty 0.14 3 0.42 3 0.42
Market Share 0.13 4 0.52 3 0.39
Total 1 3.69 3.07

Keterangan :
Nilai Weight kami peroleh dari rata-rata komentar masing-masing anggota kelompok dengan penjabaran sebagai berikut :
CSF Junita Jason Claudia Cornelia Rata-Rata Weight
Strong Brand Recognition 4 4 4 3 3.75 0.14
Talented Employee Base 3 3 2 4 3 0.11
Culture of Innovation/ Accountability 3 3 2 3 2.75 0.10
Advertising 4 4 4 4 4 0.14
International Markets 4 3 3 4 3.5 0.13
Powerful Business Relationship 3 3 4 3 3.25 0.12
Customer Loyalty 4 4 4 4 4 0.14
Market Share 4 4 3 3 3.5 0.13
Total 27.75 1
dengan nilai pada tabel weight untuk CPM dan CPM adalah sama yaitu :
1 : tidak penting
2 : cukup penting
3 : biasa saja
4 : penting
5 : sangat penting

Dari hasil yang diperoleh maka dapat dilihat Coca-cola masih tetap lebih unggul dibandingkan dengan kompetitornya yaitu Pepsi. Namun untuk mempertahankan maupun meningkatkan keunggulan yang diperolehnya itu, maka dengan menggunakan analisis IFE dan EFE yang telah dilakukan pada subbab sebelumnya, kemudian mulai dianalisis strategi apa yang sebaiknya mulai dilakukan oleh Coca-cola dalam langkahnya di masa yang akan datang. Strategi-strategi tersebut akan dipilih melalui matrix-matrix yang akan dibahas pada bab setelah ini.

2.4. Analysis Five Forces Model

Analisis Five-Forces Model Industry Competition
High Med Low Analysis
1. Potential Entrant
Economic of Scale ? ? Coca Cola memproduksi produknya dalam jumlah yang besar yang memenuhi kebutuhan seluruh dunia, hal ini tentu saja membuat biaya produksi per unitnya menjadi sangat kecil dibandingkan dengan perusahaan minuman ringan yang masih berskala kecil.
Product differentiation ? ? Coca Cola sudah memiliki diferensiasi produk - produk yang sangat banyak. Seperti Fanta, Sprite dll. Jadi memang susah mengingat jumlah diferensiasi produk yang sudah banyak dan sangat dikenal dunia.
Capital Requirement ? Untuk mendirikan perusahaan yang serupa dengan perusahaan Coca Cola membutuhkan dana yang sangat besar terutama untuk mesin-mesin produksinya.
Switching Cost ? ? Untuk di pasar minuman ringan, merupakan pasar yang tidak stabil, switching cost rendah hampir tidak ada untuk konsumen minuman ringan
Access to distribution channel ? Memiliki jaringan bottler yang sudah sangat luas hampir di seluruh dunia
Cost disadvantages Independent of Scale ? Pemerintah mendukung Coca Cola dalam arti, sewaktu orang mendengar kata "COKE", itu akan langsung berarti Coca Cola. Dan ini dilindungi oleh hukum
TOTAL 4.3 Untuk masuk ke dalam jaringan minuman ringan seperti Coca cola ini maka haruslah memiliki core competency yang sangat tinggi dan unik dibandingkan dengan perusahaan minuman ringan yang ada sekarang ini. Dengan core competency yang biasa-biasa saja akan susah sekali bagi new entrant untuk bersaing di pasar ini.
2. The bargaining power of buyer
It is concentrated or purchased large volumes relative to seller sales ? Buyer (konsumen yang meminum cocacola) umumnya membeli coca cola tidak dalam jumlah besar,biasa beli hanya untuk minuman selingan
The product it purchases from the industry are standard or undifferentiated ? Produk coca cola bisa dikatakan standard, tidak memiliki keunikan yang khusus, karena dari rasa tidak terlalu jauh berbeda dengan saingannya seperti pepsi.
The buyer faces few switching costs ?? Switching cost rendah, karena harga coca cola dibanding saingannya tidak terlalu jauh berbeda, serta tidak ada hal yang benar-benar unik yang membedakan dengan saingannya
It earns low profits ? Profit yang didapat oleh konsumen tidak terlalu tinggi, mengingat coca cola dapat menyebabkan masalah kesehatan juga
The buyer pose a credible threat of backward integration ? Konsumen agak susah untuk melakukan backward integration (penguasaan supplier yaitu perusahaan Coca Cola-nya) karena membutuhkan biaya yang sangat besar dan produk Coca cola juga bukanlah kebutuhan utama dari konsumen yang harus dikonsumsi setiap hari dalam jumlah besar.
The industry's product is unimportant to the quality of the buyer's products or services ? ? Coca cola tidak memiliki keunggulan yang bisa bermanfaat untuk konsumen, pada dasarnya produk ini tidak penting untuk dikonsumsi, hanya sebagai selingan/kegemaran saja
TOTAL 3.3 Bargaining power dari konsumen cukup besar mengingat produk coca cola tidak memiliki keistimewaan khusus dibandingkan pesaingnya serta konsumen hanya mengkonsumsi coca cola bukan sebagai kebutuhan pokok, tetapi sebagai selingan yang bisa diganti dengan minuman lain
3. The bargaining power of suppliers
The suppliers product is an important input to the buyer's business ? Coca-cola dengan perusahaan pensupply bahan baku produksinya menjalin hubungan kerja sama yang saling menguntungkan di mana Coca-cola memerlukan produk dari suppliernya itu dan suppliernya sendiri juga membutuhkan Coca-cola sebagai perusahaan pembelinya yang selalu membeli dalam jumlah yang sangat besar mengingat Coca-cola adalah perusahaan berskala global atau besar.
The suppliers product are differentiated or it has built up switching costs for the buyer ? Supplier tidak memiliki differentiated product, karena banyak supplier lain yang menjual bahan yang sama, sehingga switching cost untuk coca cola pindah ke supplier lain tidak besar, serta coca cola membeli dalam jumlah banyak, sehingga supplier tidak bisa menjual mahal
The supplier group poses a credible threath of forward integration ? Suplier tidak bisa melakukan forward integration (penguasaan jaringan distribusi), karena rahasia concentrate hanya coca cola company yang tahu, supplier tidak memiliki kemampuan membuat concentrate dengan cita rasa yang sama.
TOTAL 2.3 Supplier tidak memiliki kekuatan yang cukup besar terhadap coca cola company, karena coca cola merupakan konsumen yang membeli dalam jumlah yang sangat besar, sedangkan banyak supplier lain yang bisa mensupply, maka supplier tidak bisa memberi harga yang terlalu tinggi
4. The threat of substitute products and services ? ? Terdapat pilihan lain selain Coca cola, yaitu Pepsi, tetapi memang ada switching cost yang dihadapi oleh konsumen minuman Cola,namun harganya kecil sekali.
5. The intensity of rivalry among competitors in an industry
Numerous or equally balanced competitors ? ? Memiliki kompetitor yang seimbang yaitu Pepsi. Dimana Coca Cola dengan Pepsi sudah menjadi suatu tradisi di masyarakat. Bagian dari suatu gaya hidup.
Slow industry growth ? Industri ini sedang berkembang saat ini
High fixed or shortage costs ? ? ? Fixed Cost yang sangat besar dibutuhkan untuk masuk dan menjadi competitor.
Lack of differentiation or switching costs ? ? Memiliki switching cost yang sangat rendah terhadap konsumen minuman ringan
High exit barriers ? ? Memiliki halangan yang besar, mengingat besarnya jaringan yang ada dan jumlah pekerja, dan juga perjanjian yang mengikat antara supplier dengan bottler
TOTAL 3.8 Persaingan yang termasuk lumayan besar dan kuat, khususnya bisa terlihat antara pepsi dengan coca cola

2.5. Penerapan Strategi Saat Ini

Coca Cola Strategy Analysis
Strategy Implementation Analysis
Yes No
1. Integration Strategy
Forward Integration v
Backward Integration v
Horizontal Integration v Coca Cola mengakuisisi Glaceau, minuman vitamin
2. Intensive Strategy
Market Penetration v Coca Cola melakukan advertising yang gencar, menginginkan pertumbuhan di pasar mereka sekarang agar dapat meningkatkan market share mereka
Market Development v Coca cola selalu berusaha untuk memperluas daerah pemsaran produknya agar produknya bisa terkenal di seluruh bagian dunia
Product Development v Coca Cola mengembangkan varian terbaru Coca Cola ZERO
3. Diversification Strategy
Horizontal Diversification v Coca Cola mengarah ke diversifikasi di bidang makanan ringan atau snack
Concentric Diversification v Coca Cola memproduksi minuman energy nya Powerade
Conglomerate Diversification v Coca cola membuat produk-produk seperti topi, T-shirt dan jam-jam bermerek Coca-cola
4. Defensive Strategy
Retrenchment v
Divestiture v
Liquidation v
5. Michael Porter Generic Strategies
CostLeadership v CocaCola sudah mampu menekan biaya hanya dengan memproduksi concentrate (tidak perlu memikirkan distribusi, bottling), jadi tidak terlalu menerapkan costleadership
Differentiation v Coca cola tidak menerapkan differentiation, dimana produknya tetap ditujukan untuk masyarakat keseluruhan
Focus v Coca cola tidak memfokuskan untuk particular buyer group, tetapi secara umum

BAB 3
STRATEGI PERUSAHAAN

3.1. SWOT Matrix

Berikut analisis strategi dengan menggunakan metode SWOT Matrix.
STRENGTHS WEAKNESSES
1. Coca-cola sudah lama menjadi bagian yang kompleks dari budaya dunia 1. kurang efektifnya cara pencapaian produktivitas serta ketidakefisienan di dalam kegiatan bisnis
2. adanya produk-produk seperti topi, T-shirt dan barang-barang koleksi lainnya membuat Coca-cola menjadi lebih diingat 2. merusak kesehatan(utk gigi, gulanya jg merusak kesehatan)
3. Coca-cola hanya focus kepada concentrate Coca-cola-nya (pembotolan tdk diurus oleh coca cola pusat)
4. memiliki banyak kerja sama dengan perusahan lokal (yang membeli lisensi coca cola) di setiap negara
5. cakupan daerah pemasaran sudah 94% dari seluruh dunia
OPPORTUNITIES SO STRATEGIES WO STRATEGIES
1. reputasi yang terkenal mempengaruhi posisinya dalam persaingan dengan produk lain 1. Pengenalan pengembangan2 baru utk produknya sehingga orang tidak bosan (S1,O1) 1. Melakukan ekspansi ke daerah-daerah yang baru (W1,O2,O3)
2. sistem pembotolan Coca-cola memberi peluang perkembangan geografis ke daerah yang lebih berbeda dari sebelumnya 2. Perluasan pangsa pasar ke daerah-daerah yang belum tercakup saat ini (S5, O2,O3)
3. perkembangan industri soft drink 3. Peningkatan jumlah distributor dan penjual (S4,O1,O3)
THREATS ST STRATEGIES WT STRATEGIES
1. menurunnya daya beli konsumen seperti di Amerika Latin, Asia Tenggara dan Jepang yang keseluruhannya berdaya beli sebesar 35% dari penjualan total Coca-cola 1. Melakukan pengiklanan lebih banyak guna membuat masyarakat lebih tertarik membeli coca cola (S2,T2) 1. Membuat produk baru yang tidak berbahaya untuk kesehatan dan unggul dibanding substitute nya (seperti mengandung zat yang bisa mencegah kanker,dll) (W2,T2,T3)
2. adanya produk pengganti seperti teh, kopi, jus, susu dan coklat panas, dll 2. Membuat inovasi baru yang masih related dengan produk lama yang membuat konsumen memilih coca cola dibanding produk lain (seperti zero calori,dll) (S3,T2,T3,T4) 2. Mengurangi bagian-bagian dari company yang tidak terlalu bermanfaat, terutama di daerah yang purchasing powernya menurun (W1,T1)
3. adanya kesadaran masyarakat akan hidup sehat
4. switch cost yang kecil untuk pindah ke produk lain

3.2. SPACE Matrix

Analisa strategi melalui SPACE Matrix antara lain adalah sebagai berikut :
FINANCIAL STRENGTH Rating
Market Capital untuk Coca Cola adalah 118,323.700 (millions) sedangkan Pepsi 102,477.200 (millions) 2
Return on Equity Coca Cola 30.938 sedangkan Pepsi 34.785 2
Earning dari Coca Cola 2.810 (billions) USD dibanding dengan Pepsi 3.430 (billions) USD 2
Share Price Coca Cola per Juli 2008 adalah 50.990 USD, sedangkan Pepsi 64.890 USD 1
7


INDUSTRY STRENGTH
Ada pertumbuhan yang baik karena meningkatnya konsumsi minuman berkarbonasi 3
Adanya variasi baru dari Coca Cola yaitu Coca Cola Zero, akan meningkatkan profit 2
Industri yang sedang stabil dikarenakan peningkatan daya beli konsumen 3
Kemampuan untuk mengerti teknologi pembuatan minuman dibutuhkan untuk masuk ke dalam pasar minuman 3
Barrier of entry yang cukup besar jika ingin masuk ke pasar se-level Coca Cola 2
13

ENVIRONMENTAL STABILITY
Perubahan teknologi minuman yang berkembang sangat cepat -3
Inflasi akan mengurangi profit di luar negeri -5
Demand untuk Coca Cola berfluktuatif -4
Sangat mudah untuk keluar dari pasar minuman -4
Persaingan yang memang keras antara PEPSI dengan COCA COLA -6
-22

COMPETITIVE ADVANTAGE
Market Share dari Coca Cola semakin menurun -4
Loyalti kostumer termasuk rendah dalam pasar minuman -3
Control yang termasuk besar atas supplier dan distributor -4
Untuk masuk ke bisnis seperti Coca Cola, pengetahuan tentang resep biang COLA dibutuhkan -5
-16

PERHITUNGAN
Jadi rata-rata FS adalah 5/3 = 1.75
Rata ? rata IS adalah 13/5 = 2.6
Rata ? rata ES adalah -22/5 = -4.4
Rata ? rata CA adalah -16/4 = -4
Jadi Untuk FS + ES adalah 1.75 + (-4.4) = -2.65
Untuk IS + CA adalah 2.6 + (-4) = 1.4
Jadi kesimpulan yang diambil untuk SPACE matrix ini adalah (1.4 , -2.65)

Strategi yang diambil adalah strategi Competitive, dikarenakan Coca cola harus mulai berusaha untuk bersaing dengan saingan lamanya, yaitu Pepsi. Pepsi menang secara finansial dan keuntungan, Coca Cola diharapkan mulai menggunakan apa yang menjadi Strength dan Opportunities untuk menghadapi Threats dan Weakness dari Pepsi. Dari strategi kompetitif yang ada, jadi Coca cola seharusnya mengembangkan produknya ke arah minuman berkarbonasi yang bebas gula. Seperti yang sudah dilakukan, yaitu dengan Coca cola ZERO. Kemudian, adanya persaingan dari minuman ? minuman kesehatan sebagai substitusi coca cola, coca cola perlu mengadakan penetrasi pasar ke arah minuman kesehatan atau energy drink.

3.3. IE Matrix

Dari tabel IFE maka diperoleh nilai rata-rata tertimbang untuk kemampuan internal perusahaan adalah sebesar 3.29 sedangkan dari tabel EFE diperoleh nilai rata-rata tertimbang untuk kemampuan eksternal perusahaan adalah sebesar 3.6. Jadi berdasarkan keterangan di bawah ini,


maka dapat diketahui perusahaan Coca-cola sedang berada pada posisi 1 yaitu perusahaan yang sedang bertumbuh dan perlu dikembangkan. Oleh karena itu strategi yang harus diterapkan oleh perusahaan bisa berupa :
1. Market Penetration
Coca-cola seharusnya lebih meningkatkan produknya sehingga lebih dikenal dan diingat lagi oleh konsumennya yang bisa meningkatkan profit perusahaan juga dengan meningkatnya jumlah penjualan.
2. Market Development
Daerah distribusi Coca-cola diperluas lagi sehingga seluruh dunia bisa dengan mudah mendapatkan produk Coca-coa ini di mana pun mereka berada.
3. Product Development
Perlu adanya pengembangan produk dari Coca-cola yang sudah ada maupun pembuatan produk Coca-cola yang baru sehingga bisa menghalangi keinginan konsumen untuk berpindah ke produk substansi yang lain (menjaga loyalitas dari konsumen) serta bisa mencegah timbulnya rasa bosan dari konsumen terhadap produk yang ada.
3.4. Grand Strategy
Berdasarkan hasil dari CPM dan analisis pasar yang dilakukan maka dapat diketahui bahwa Coca-cola sedang berada pada posisi yang kuat sebagai kompetitor dan sedang berada pada industri soft drink yang sedang berkembang dengan pesat yaitu pada posisi kuadran 1 pada grafik Grand Startegy Matrix. Oleh karena itu strategi yang seharusnya dilakukan oleh Coca-cola adalah sebagai berikut :
1. Market Development
Perluasan daerah distribusi Coca-cola dilakukan untuk meningkatkan penjualan Coca-cola dan semakin dikenal luas oleh dunia.
2. Market Penetration
Adanya peningkatan iklan untuk meningkatkan pengenalan produk Coca-cola kepada konsumen.
3. Product Development
Melakukan pengembangan produk yang sudah ada maupun produk yang baru yang akan meningkatkan kesetiaan konsumen terhadap Coca-cola atau tidak merasa bosan misalnya saja dengan produk Coca-cola Zero, produk-produk Coca-cola seperti topi dan T-shirt bertulisan Coca-cola yang semakin mengingatkan konsumen akan Coca-cola.

3.5. Pemilihan Strategi Utama

Dari kelima cara pemilihan startegi tersebut kelompok kami memperoleh ada 4 jenis stratgei yang bisa diterapkan oleh Coca-cola dalam usahanya untuk lebih meningkatkan bisnisnya. Keempat strategi tersebut kemudian kami bandingkan untuk memperoleh strategi mana yang paling tepat maupun yang bisa dilakukan pertama kali oleh pihak perusahaan Coca-cola tersebut. Dan perbandingan tersebut bisa dilihat dari tabel di bawah ini.

Market Penetration Market Development Product Development Retrenchment
Key External Factors Weight AS TAS AS TAS AS TAS AS TAS
reputasi yang terkenal mempengaruhi posisinya dalam persaingan dengan produk lain 0.17 2 0.34 4 0.68 4 0.68 2 0.34
sistem pembotolan Coca-cola memberi peluang perkembangan geografis ke daerah yang lebih berbeda dari sebelumnya 0.14 2 0.28 3 0.42 4 0.56 4 0.56
perkembangan industri soft drink 0.17 2 0.34 4 0.68 4 0.68 3 0.51
menurunnya daya beli konsumen seperti di Amerika Latin, Asia Tenggara dan Jepang yang keseluruhannya berdaya beli sebesar 35% dari penjualan total Coca-cola 0.17 4 0.68 4 0.68 4 0.68 4 0.68
adanya produk pengganti seperti teh, kopi, jus, susu dan coklat panas, dll 0.11 4 0.44 3 0.33 4 0.44 2 0.22
adanya kesadaran masyarakat akan hidup sehat 0.12 4 0.48 3 0.36 4 0.48 1 0.12
switch cost yang kecil saat akan berpindah ke produk yang lain 0.14 4 0.56 3 0.42 4 0.56 1 0.14
Key Internal Factors
Coca-cola sudah lama menjadi bagian yang kompleks dari budaya dunia 0.17 3 0.51 3 0.51 4 0.68 1 0.17
adanya produk-produk seperti topi, T-shirt dan barang-barang koleksi lainnya membuat Coca-cola menjadi lebih diingat 0.11 3 0.33 3 0.33 3 0.33 1 0.11
Coca-cola hanya focus kepada concentrate Coca-cola-nya, sedangkan untuk system pembotolan Coca-cola menyerahkan kepada perusahaan yang diberi hak untuk menjual produk Coca-cola tersebut 0.16 1 0.16 3 0.48 4 0.64 1 0.16
memasuki bisnis global namun tetap mempertahankan pendekatan local melalui system pembotolan produk Coca-colanya 0.15 3 0.45 4 0.6 4 0.6 4 0.6
terkenal di 94% daerah dunia 0.17 3 0.51 4 0.68 4 0.68 4 0.68
kurang efektifnya cara pencapaian produktivitas serta ketidakefisienan di dalam kegiatan bisnis 0.12 1 0.12 2 0.24 2 0.24 4 0.48
Coca-cola merusak kesehatan seperti berefek buruk pada gigi dan bila dikonsumsi secara terus-menerus, kandungan gula yang terkandung di dalamnya bisa menimbulkan masalah kesehatan juga serta apabila teradiktif bisa memberikan efek buruk pada badan setelah beberapa tahun dikonsumsi 0.12 1 0.12 1 0.12 4 0.48 1 0.12
Total 5.32 6.53 7.73 4.89
dengan nilai AS yang berkisar dari :
1 : Tidak menarik
2 : Agak menarik
3 : Cukup menarik
4 : Sangat menarik

Dari tabel di atas maka dapat dilihat bahwa strategi product development adalah strategi yang paling tepat yang harus dilakukan oleh Coca-cola saat ini di mana dengan adanya perkembangan industri soft drink yang pesat disertai dengan reputasi Coca-cola yang telah dikenal lama dan mulai bermunculannya kompetitor seperti Pepsi, maka pengembangan produk yang sudah ada maupun produk baru adalah yang tepat untuk menjaga serta meningkatkan kesetiaan konsumen terhadap produk Coca-cola ini.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.bloomberg.com/apps/quote?ticker=pep; Internet; accessed 15 July 2008
http://www.bloomberg.com/apps/quote?ticker=ko; Internet; accessed 15 July 2008
Coca-Cola,Wikipedia,www.en.wikipedia.org/wiki/Coca-Cola
http://members.aol.com/rcrown/Coke/CokeHist.htm
http://www.ideafinder.com/history/inventions/story003.htm
http://www.cocacola.com/
http://www.cokecce.com/srclib/index.html
http://www2.coca-cola.com/
http://en.wikipedia.org/wiki/Sprite_(soft_drink)
http://en.wikipedia.org/wiki/Fanta
 
Add Comments
 
Heading:
Comments:
 
 
 
 
» Forgot Password?
» Create an account. click here
 
 
Saved Papers
Save Paper to find them more easily.
 
 
Order New Solution

Want a brand new solution for the case study? We have got it all right here.
Recent Topics
New Entries
Most Recent Request
Join Now
Ease your MBA workload and get more time for yourself